RSS

XIX (5)


hai cinta yang mengemis tanya,
apakah kau baik-baik saja?

disini aku memadat, bukan --- bukan soal lemak.
tapi soal waktu.
tampaknya ada satuan baru setelah detik yang berlalu.

apa ya dia? kenangan?
ah pasti bukan, karena tidak lagi mengisi buku diari.

masa depan? hmm entah, tak bisa kuraba sempurna.

tapi kurasa dia adalah partikel doa dari alam sejagad raya. 

tak terhitung jumlahnya, 
semangatnya luar biasa.
bahkan kantuk tak terhingga, 
mampu dikalahkan dengan jutaan semangat dan kalimat.

iya itu pasti partikel doa.
pengirimnya?
sudah tentu Ibu,
tapi mungkin ada juga yang lain.
kamu?

ada tidaknya partikel doa selain dari ibu, bukanlah perkara.
aku tetap cinta pada kebaikan kalian yang mendoakan sesama.

partikel doa yang terpanjat kepada Tuhan Yang Maha Tinggi, 
tak pernah sia-sia, Tuhan tak pernah aniaya. 
arah terbang yang dituju tak mungkin keliru.

meski manusia tak selalu paham bagaimana caranya meminta, 
meski manusia tak selalu mengerti apa artinya diberi, 

tapi Tuhan tak sedikitpun memarahi. apalagi memaki.
karena Dia Maha Penyayang, diantara para penyayang.
dan kebaikan Tuhan selalu melebihi jarak pandang.

bagiku, ada satuan yang lebih kecil dari detik. yang mampu menggelitik. 
yang bisa menjadi bom waktu untukku, 
atau ritme hidup bernada yang mampu kukendalikan dengan seksama.

semoga yang kedua.

aamiin.

ps: selamat mencari makna, 
karena tanya tak selalu mendapatkan jawabannya di sebuah arena yang bernamakan dunia

*cheers

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Post a Comment