RSS

..Aku dan rasaku..

enjoy it :)

Di sela kekeruhan pikiranku
dan keriuhan hatiku

Tuhan, cabut segala yang tak kubutuhkan
Tuhan, cabut segala yang tak kuperlukan

ketidakinginan ini memaksa diri
keluar, terbakar

aku nyata dalam hidupku sendiri
aku nyata dalam cerminku sendiri
aku nyata dalam dunia

ketika tak kau pedulikan lagi
kekeruhan pikiranku menjelma menjadi arang
yang siap menjadi abu ketika terus kau bakar

meski kenyataannya bukan kau yg melakukannya
melainkan keterlelapan pikiranku sendiri

aku siap, jika kau terus memaksaku hingga aku tersudut.
beribu kalipun kau katakan
"AKU TIDAK PERNAH MELAKUKAN ITU PADAMU!!"
aku siap..dan tak kuhiraukan teriakanmu.

pernahkah sesekali aku menghardikmu?
mengernyitkan dahiku ketika kau menyapaku?

aku hening dalam semua tanya di benakku
aku hening..dan menghening

aku yang tau bagaimana rasanya
karena aku yang hanya memiliki rasaku

ketika ini
detak jantungku berdegup kencang, nanar!!
detak jantungku berdegup cepat, begitu hebat!!

dan tak mungkin kuijinkan kau mengerti
karena aku tak rela
tak akan kubiarkan sedikitpun kau merasakannya
karena aku iba

ya, kejam itu,,
pikirku tak harus kau rasakan

segera kubuka albumku sendiri, haruskah aku merasa seperti ini?
nyata ku tahu banyak yang merangkulku
sebelum kuberada dalam keadaan ku kini..

dan disaat yang sama seperti semua seakan tercurah
kupandangi potret Ibu..
kutelusuri tiap garis di keteduhan wajahnya
ku ingat bagaimana beliau mengharap
ku dengar beliau mengawali kesantunannya berucap dengan memuji..
memuji Sang Maha Pemberi,
memuji Sang Maha Pengasih,
memuji Sang Maha Penyayang,
ALLAH AZZA WA JALLA

dan samar kurasakan isak tangis yg memecah lamunanku,
ku tajamkan dengarku, dan aku terhentak ketika mendengar
"Ya Rabbku, berikanlah kebahagiaan kepada semua putriku,
kabulkanlah semua cita-cita mereka,
sayangilah putriku dengan kasih sayang luar biasa milik-Mu,
ceriakan wajah mereka, jernihkan pikiran mereka,
dan tetapkan mereka sebagai anak-anakku jua di syurga-Mu kelak,
janganlah Engkau biarkan hati-hati mereka terluka oleh fitnah dunia, aamiin Ya ALLAH Ya Robbal Aalamin"

tak kuijinkan lagi aku meriuhkan hatiku
meski sesaat
tak kuijinkan lagi aku membuat keruh pikiranku
meski sesaat

Tuhan, terimakasih atas segala keikhlasan yang kau hadirkan

aku yang merusak batinku, ketika aku merasa mereka membakarku.

Tuhan, ijinkan kami untuk selalu memperbaiki diri..

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS