RSS

XIX (3)


still counting

wew, still counting lho..
*prok prok prok

ini apasih? ini adalah semacam judul postingan rutin, yang sebisa mungkin di post,
yess, rutin has the same meaning with biar bisa terpaksa posting, akakka :))

hmm, biasanya di postingan yang judulnya kek gini, ga ada interaksi yang berarti antara gw sama pembaca, ya ga?
pembaca cuma dengerin ocehan gw, yang memaksa buat baca tanpa paham maknanya.. mwhaha

kalo udah nemu postingan yang kayak gini, ga perlu dipahami banget lho,
karena isinya (biasanya) disesuaikan sama suasana hati,
suka-suka aja mau nulis apaan (lah dari kapan tau juga gitu kali ri, qiqiiq)

kali ini, dorongan nyelesein tesis lebih kuat,
kali ini, dorongan keluar kampus lebih kuat,
kali ini, dorongan keluar jogja lebih kuat,

kali ini, pengen nemenin ibu selama yang gw bisa
kali ini, pengen nemenin bapak selama yang gw bisa
kali ini, pengen nemenin bude selama yang gw bisa

kali ini, bukan lagi merasakan kehilangan
kali ini, bukan lagi merasakan kesedihan
kali ini, bukan lagi merasakan ketakutan

kali ini, cuma merasakan kerinduan.




rindu akan tempat awal
rindu akan tempat yang nyaman

dan sudah waktunya merasa cukup berlama-lama di kota ini.
masih banyak tempat yang perlu dijelajahi.
masih banyak cerita yang bisa dirajut.

dan masih banyak mimpi yang perlu diperjuangkan :)

yuklah, jangan lupa buat selalu "lempar ke atas", untuk semua masalah yang ga bisa di handle sama diri sendiri.
kalo hari ini ngasih saran ke temen bahwa "Tuhan punya hak prerogatif atas apa yang kita dapatkan, karena Dia yang paling berkuasa", ada baiknya kalimat itu ngingetin diri sendiri juga.

Bahwasanya maksimalkan usaha dan doa, serahkan sepenuhnya keadaan yang akan terjadi.
percaya diri itu perlu, tapi jangan sampe sombong. jangan ngerasa ga butuh Tuhan, apalagi sampe merasa bisa tanpa-Nya..

Ya Tuhan, Yang Maha Pembolak-balik hati.
Teguhkanlah hati kami di atas agama-Mu, aamiin

jadi, makna postingan kalo judulnya gini apa ri?
kesimpulannya apa?

sampai saat ini belum ada kesimpulan, karena still counting :)

cheers

*pict by google

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Friday, 13th May 2016

what happen on friday 13th?

Pada hari itu, gw dapet undangan persiapan visitasi akreditasi kampus buat prodi S2 Ilmu Komputer UGM (program studi -red) .
Berdasarkan undangan ada 8 orang, yang ngundang sekretaris prodi aka dosen pembimbing gw sendiri Ibu Aina *mwahhaha *sedih, itu artinya gw pasti bakal bertatap muka dengan beliau :))

ah skiplah gw dateng cuma memenuhi undangan :P, 
tentunya dengan temen seperjuangan yang juga satu bimbingan, mas jaki (namanya sih bagus, najibullah muzaki siapaa gitu).

Acara dibuka jam 10.00, Bu Aina menjelaskan maksud undangan, dan ternyata kita diminta sebagai perwakilan mahasiswa untuk menceritakan apa yang kita rasakan dan alami sebagai mahasiswa S2 ilmu komputer UGM. 
Oiya, ga cuma ada mahasiswa, tapi juga diundang alumni S2 dan ternyata juga ngelanjutin S3 nya di UGM (ckckkc berasa penuh semangat banget kalo ngeliat mereka yang tetep ngelanjutin sekolah meski umurnya udah ga muda lagi).

Penjelasan sampai kepada siapakah asesornya (tim penilai akreditasi), jeng jeng jeng
ternyata salah satunya adalah Pak Agus Buwono, Ketua Departemen Ilmu Komputer IPB, wuhuuuw dosen gueeeee :)))
terus ga lama Pak Agus Harjoko (dosen UGM yang juga asesor) dateng, buat menceritakan gimana gambaran wawancara asesor dengan mahasiswa, pertanyaannya seputaran : 

1. Kenapa memilih UGM?
2. Proses masuk UGM seperti apa?
3. Bagaimana Anda menemukan topik penelitian?
4. Bagaimana proses menyiapkan proposal, dan evaluasi proposal penelitian?
5. Terkait sarana dan prasarana seperti apa?
6. Kegiatan kemahasiswaan seperti apa?
7. Kontribusi alumni bagaimana?

ya seperti itulah, ceritakan keadaan yang dialami, adapun kritik dan saran emang sebaiknya disampaikan langsung ke prodi, bukan ke asesornya, kira-kira gitu pesan akhirnya hwhehehe

Acara untuk hari senin, betapa leganya gw begitu dikasih tau acara senin, 

Ya iyalah, friday 13th adalah hari yang gw tunggu,
karena 13-14-15 adalah waktu yang dinanti sejak akhir april.

friday 13th, was not only about that invitation.
tapi, lebih kepada awal dari gunjang ganjing perkara yang dilematis muwahahha *lebay fix

anyway I love this date,
first-date maybe?

*cheers

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

..Keberadaaan dan Kehampaan..

Kamu selalu amazing sama aku..

Aku gatau sampe kapan itu akan bertahan..

Nikmatin dulu aja nih?

Makasi ya, udah bersyukur dikenalin sama aku,
Makasi ya, udah bersyukur jadi bagian yg mendengar kisah hidupku,
Makasi ya, udah kasih support aku,
Makasi ya, udah ngerasain aku.

Aku mau banget, jadi lebih baik lagi dari waktu ke waktu.
Aku mau banget, berhenti dari sifat munafik seperti saran kamu.
Aku mau banget, mencerna semua kata tanpa ada perih yang tersisa

Karena kata tak seharusnya langsung menjadi luka. Meski dia bisa.
Karena kata yang terekam sempurna bukanlah tanpa makna.

Diorama yang melegenda

Kamu dan aku, sampai kapanpun akan menjadi kita.
Jika tak selamanya,
Namun pernah ada.
Nikmati saja waktunya bersama.

Kamu dan aku, sampai kapanpun akan menjadi kita.
Meski takdir tak seiya sekata,
Sehingga pena kehabisan tinta.
Semoga tak ada yang buta.

Kita tidak selalu untuk saling ada.
Kita tidak selalu untuk saling menyapa.

Tapi kita selalu punya waktu yg sama untuk meminta.

Mintalah aku pada TuhanMu,

aku memintamu pada TuhanKu.

Terima kasih, masih hadir,
Dan mengingatkan kembali soal Tuhan.

Tuhan tidak pernah tidur.
Semoga Dia menjagamu, selalu.

Tuhan tidak pernah salah.
Semoga mudah bagimu untuk berserah, pasrah.

Sayang, terima kasih.
Satu kata yang kubanggakan ada padamu.

Kesetiaan.

Kesetiaan pada Tuhanmu, dan kesetiaan padaku, 
bagian dari teman perjalanan hidupmu.

Tetap bergerak, kita masih harus mengayuh.
Berpeluh.

Jangan menyerah, Tuhan tidak menyiapkan tempat yang indah bagi hambanya yang gemar berkeluh kesah.

Tuhan tidak hadirkan itu untuk kita, yang berjuang demi hidup yg nyata pun demi alam kelak yang pasti ada.

Sayang, kita pasti bisa.
Setidaknya ingatlah,
Aku pernah mengatakan ini padamu,

"Kamu pasti bisa"

"Kamu pasti berhasil"

"Kamu pasti mampu meraihnya"

Dan semoga kamu akan menikmati tangisanmu 
dengan tersenyum di kemudian hari.
Di waktu yg pasti.
Di tempat yg paling dinanti.

Semoga kita bertemu lagi..

Sayang, sudahi perihmu ya,
I always there for you. 
Tepat di jantung hatimu.

Lukamu pasti sembuh.
Percayalah, Tuhan kita punya obatnya.


I dedicated this letter to you at thousands miles away.

~H&K~

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS