RSS

where have you been, rania?



ehehe ternyata pembukaannya hanya pada bulan penutupan, eh gimana?
skip.

sorry for lately post ya pembaca setiaku (padahal diri sendiri wkwkwk *syedih) 
:))

yaudah lanjut aja lah ya, aku mau cerita dari Januari dulu ya, (aku kamu banget kali ini, biar akrab)
dan berhubung ini udh bulan agustus, jadi ya gitu, bakal panjang nih, episodenya bersambung aja yaa hehe

post proposal kedua ku, dedicated buat semua hal yg terjadi sama hidup aku, twice.
proposal tesis aku 2x, karena yg pertama ga lolos, beda 5 point untuk kategori lolos, tapi ya tetep aja perlu proposal ulang, proposal ulang means searching ulang and read more paper ulang, pfuuh..
tp ya alhamdulillaah yg kedua berhasil, dan akhirnya lanjut sampe akhir.
hmm soal bejibakunya aku kuliah, in the other post aja ya, sama mau cerita banyak juga tentang LPDP, Beasiswa Pendidikan Indonesia Program Magister yang (alhamdulillaah) aku dapetin, aku batch 10 dan skrg udah batch banyak banget ya kalo diliat via milis, ntaps!

oke, another "proposal" ialah milik mas laut yang disampein tanpa kehadiranku, anaknya gamau kalah banget, di Jogja aku lagi deg-degan nunggu jadwal sidang, dia nambah rasa deg-degan dengan ngepropose aku di Jakarta, katanya sih sama-sama berjuang (err berjuang yang setara dong kalo sama-sama -,-)
tapi kali ini aku cenderung lebih pasrah nungguin kabar yang tak kunjung datang.
kalo kamu baca ya mas, waktu itu aku ampe sholat, nangis, takut, gatau takut apaan, bukan takut gagal lagi sih (ups) tapi ya emang lebih pasrah gitu. iya-iya aku ga akan ungkit-ungkit koook cuma mau ngelurusin aja apa yg pernah aku post disni itu karena aku pernah punya pengalaman dilamar dan tidak berujung pada pernikahan, jd menye-menye nya dipostingan itu (dulu) bukan semacam abg jembatan yg ga dijajanin jagung bakar (nah!) wakakakaka

sejak itu, aku ngerasa move on elegan ialah bermuhasabah (introspeksi) diri and always positive thinking sama Allah,

Surat At-Taubah ayat 51 (QS. 9: 51):
"Katakanlah: sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah untuk kami. Dialah pelindung kami, dan hanya kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal"

jd kesedihan ataupun kebahagiaan semua jelas tertulis dr Allah,
ketergantungan untuk terus mengemis sama yang Maha Pemberi bikin aku nyaman bahkan terlalu nyaman. 

aku selalu minta banyak sama Allah, dan yg paling sering aku minta ya petunjuk jalan yang lurus, aku ga mau terlalu banyak aksi, terlalu fokus soal duniawi, dan terlalu mudah buat lalai sama yg diwajibkan. engga ah, ampun. udah cukup banyak waktu yg kebuang, aku ga tau sisanya berapa lagi, dan selagi inget buat terus berbuat yang baik-baik aja, aku ga perlu peduli sama yang banyak aksi. 

Tuhan itu ga jahat, sama sekali ga jahat. 
Dia mengijinkan siapapun untuk memilih jalan hidup mereka, dan tetap diberikan banyak kenikmatan, ya nafas, ya tubuh, ya harta. jadi picik banget lah, kalo ngerasa jumawa sama kehidupan yg dijalanin. 

introspeksi diri aja terus, dihadapkan dua kali pada perkara yg sama pasti untuk kebaikan aku juga, mudah-mudahan cara ambil hikmahnya bener, mudah-mudahan ga perlu lg ada dua kali yg membahayakan mental apabila ga diimbangin sama kesadaran akan kebesaran Tuhan.

ehehe, buat aku ada beberapa hal yg bisa kita perbaiki dari kejadian yg diijinkan terjadi 2x dalam hidup. dan ga semua orang bisa menerima kejadian yg sama 2x, terlebih buat org-org yg prinsipnya general atau sekedar ikut-ikutan, 
contohnya "jangan kasih kesempatan sama cowo yg pernah selingkuh! itu penyakit!"
pasti banyak yg membenarkan, aku yg pernah merasakan jd setuju, tapi ga 100% setuju, semua orang berubah kok, ya kalopun itu penyakitnya dy sedangkan kita bersedia menerima untuk kedua kalinya itu tandanya kita rela buat ngdampingin, disaat dy berniat buat sembuh, dy pasti sembuh ;)
tapi ya ga dipungkiri juga, lbh baik hindari yg berpenyakit, karena Allah memberikan jodoh yg setara kadarnya, dan jangan abai sama tanda-tandaNya, karena jalan keluar dr tiap masalah terkadang jd tertutup kalo kita mengabaikan tanda-tanda dari Allah. 
kesempatan itu terjadi sesuai kehendakNya,
maka jangan sekali-sekali menolak utk melakukan kebaikan, krn bs jd itu kebaikan terakhir yg bisa kita lakukan,
pun ada kesempatan 2x untuk hal apapun, pastikan tujuannya baik, caranya  jg lbh baik,
so here I am, dihadapkan 2x pada perkara yg sama ga bikin aku trauma.
bukan krn ga pny rasa trauma, tp aku percaya mau berapa kalipun dikasih, as long as aku sadar akan posisi aku sebagai makhluk Tuhan, ga ada lg yg perlu dikhawatirkan. 

some says, mereka bisa stres dan ga akan setenang aku klo dihadepin sama perkara yg aku trm. but thats the way God turn (eh apasih). kita ga boleh ngerasa ujian kita lebih berat dr org lain, krn semua sudah sesuai porsi takarannya. 
yg ujiannya berat bukan berarti Allah lbh sayang, Allah cm lebih sayang sama hambaNya yg bertaqwa. jd kalopun mau iri, jgn diliat dr betapa sulitnya ujian seseorang, tp liat dr betapa taqwa nya seseorang. taqwa gbs diliat? siapa blg? cara hidup dan pola pikir mereka bisa mencerminkan ketaqwaan mereka (imho).
ciri-ciri yg paling jelas buat aku adalah, mereka selalu menyampaikan sesuatu berdasarkan tuntunan agama, cara hidup mereka menunjukkan betapa sadarnya mereka akan tujuan mereka diciptakan, dan akhlak mereka yg mencerminkan betapa inginnya mereka memiliki tabungan akhirat.

so their life look so easier than us. why? krn mereka sadar mereka punya Tuhan tempat mengadukan apapun. 

dan klo ada yg nanya,
kemana aja aku selama ini, kok baru mulai ngepost lg?
katanya mau intens tiap bulan minimal 1?
udah ngelewatin apa aja nih?
maafkan aku, 

january had a lot of stories 
february had a lot of memories
march had kind of sparkling love in the air
april had a bunch of flowers
mei you should start the pain
june quite of busy (I've got my first nephew, by the way XOXO)
july some achieved!
august is started.

pardon my bad english yha!

ada cerita tentang porposal mas laut
ada cerita tentang ujian sidang
ada cerita tentang revisian
ada cerita tentang kedatangan keluarga
ada cerita tentang wisudaan
ada cerita tentang syukuran
ada cerita tentang lamaran
ada cerita tentang perburuan
dan ada cerita tentang keponakan laki-laki pertama aku
hehehe

kok ga ada cerita tentang kerjaan?
belum dapet nih, kali ini mintanya kurang sering T.T

mau dimulai dr mana?

..to be continued..

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

..proposal kedua..

google


Menjalani ujian proposal 2 kali ternyata banyak hikmah yang bisa diambil.
rasanya mempersiapkan proposal pertama cukup menggebu-gebu, penuh suka cita dan tercipta gambaran tentang rencana-rencana setelahnya, dan ketika gagal, maka hancur leburlah semua impian, tujuan, dan rencana yang disiapkan.

jika bukan karena menyadari kesalahan sendiri, maka sudah pasti aku akan selalu mengutuk keadaan, menyalahkan banyak pihak, dan menyatakan kehidupan ini tak adil bagiku. 
ya kesombongan manusia yang nyata.

dan jika bukan karena rahmat Tuhanku, maka aku tak akan mampu menyadari kesalahanku. 

proposal pertama
butuh banyak waktu untuk mengatakan bahwa "semua akan berakhir baik-baik saja setelah kegagalan ini", 
butuh banyak teori dan paradigma untuk meyakinkan diri bahwa "semua yang terjadi tak perlu disesali" 
dan butuh banyak kekuatan untuk "melangkah lagi memulai penyusunan kembali",

tidak ada yg salah dari lamanya waktu yang dibutuhkan, hanya saja menyalahkan keadaan mampu mengulur-ulur waktu yang dimiliki.

jika bukan karena Keagungan Tuhanku, aku tak akan mampu bersiap diri untuk proposal kedua.

suatu tahapan yang wajib dilalui jika ingin mendapatkan impian yg selama ini dibangun --kelulusan yang diberkahi--

aku tak mungkin melewati tahap ini hanya karena "trauma psikis" yang aku alami.
lingkungan tidak mengubah sistem yang terjadi hanya karena ada satu orang yang gagal melewatinya.

sehingga aku lah yang seharusnya mengubah diriku sendiri agar mampu melewati fase tersebut dengan baik.

sulit ternyata berkata aku baik-baik saja setelah kegagalannya.
faktanya aku tidak dalam keadaan tersebut.
keadaan yang sulit itu lebih dipersulit lagi oleh ketakutanku diperlakukan hal yang sama 
yang tak mampu ku kendalikan sehingga menambah parah dan menambah berat langkahku untuk kembali maju.

aku hanya lah seorang manusia dengan segala keterbatasan.

namun kemudian, alhamdulillaah aku masih diberikan kenikmatan iman oleh Allah, 
aku masih diijinkan mensyukuri semua yg diberikan, 
aku masih diberikan kekuatan untuk mampu menerima keadaan, 
dan aku diberikan kesadaran bahwasanya putus asa adalah hal yg tidak diridhoi Allah, karena Dia berfirman "janganlah engkau berputus asa, sesungguhnya rahmatKu amatlah luas dan banyak",

ya, puji syukur kupanjatkan kepada Tuhanku Yang Maha Besar,
jika bukan karena petunjukNya, aku tak akan mampu berhijrah diri dari satu keadaan ke keadaan yang lebih baik.

proposal kedua
kini, proposal kedua telah kulalui.

tentu saja dengan memperbaiki prosesnya, dan mempersiapkan mentalnya.
aku berserah diri kepada Tuhanku Yang Maha Suci.

tidak ada satu perkara pun yang luput dari penglihatannya.
entah bagaimana selanjutnya, aku hanya perlu berhati-hati.

euphoria proposal kedua, berbeda dengan sebelumnya.
aku memohon dengan sangat kepada Allah Yang Maha Berkehendak, 
keberpasrahan dan kekuatan doa, menjadikan jalan yang dilalui terasa lebih mudah.

laa hawla wa laa quwwata illaa billaah..
tidak ada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah..

trauma psikis itu kasat mata, yang hanya mampu disembuhkan dari dalam diri, 
hati adalah bagian yang paling dominan untuk dapat menyembuhkan.

dan hati-lah tempat pengibaratan penyeimbang sehatnya jasmani dan rohani.

maka sudah tentu, menundukkan hawa nafsu dan ribuan ambisi duniawi,
menjadikan hati lebih dihargai, 
menjadikannya prioritas utama untuk dimintai fatwa.

benar saja, tinggalkan apa yang membuatmu ragu.
dan jalankan apa yang hatimu senangi.

bernafaslah seperti sedia kala, Tuhan tidak pernah menelantarkan hambaNya..
percayalah, selalu akan ada akhir yang baik dari ketaatan seorang muslim (yang berserah diri).

Engkau mungkin akan diperlihatkan bagaimana proses kehidupan terjadi pada beberapa makhuk Tuhan.

tetap pada koridor yang seharusnya, 
mereka yang bersenang-senang tanpa memikirkan kematian tak luput dari pengawasan Tuhan

tugasmu masih sama, jadilah hamba yang taat menjalani perintah-Nya..

ujian demi ujian akan terus kau temukan,
bersiaplah, kau semakin mendekati waktu yang juga ditentukan TuhanMu..

*cheers*

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

..Tahun Baru..

ga mau kalah :(

kalo ada percakapan yang ga penting, pasti dimulai dari keinginan yang ga menggebu-gebu..

well itu tadi sedikit cuplikan dari perbincangan kami di awal 2017,
miris?
mungkin bisa dikatakan begitu,.

gw juga sedih bacanya :(

hanya karena gw liat liputan tentang hewan laut di TV, percakapan ini menjadi begitu masiv,

disela kesibukan, masih bisa nyempetin diri buat mikirin balesan random.

denger-denger, cermin itu menampakkan apa yg ada di depannya ya?
gw berasumsi cermin yg gw pake lagi blur-blurnya, gw lagi ga bisa bersihin, karena gw ga lagi fokus buat bercermin, tapi bukan berarti ga gw pake, sesekali perlu lah, buat bisa lebih percaya diri, make sure kalo semua masih pada koridornya.

2016 kita akhiri dengan doa akhir taun dan 2017 kita awali dengan doa awal taun..

ternyata semakin kesini gw semakin merasa minim ilmu, terlebih ilmu agama, ilmu berkeluarga dan ilmu bersosialisasi (disamping ilmu komputer yang gatau kenapa susah banget buat gw pelajarin) #curcol

kita sharing lagi yuk, 
jadi menurut kalian apa yang bisa bikin kalian mampu menjalani kehidupan dengan tenang?

tik..
tok..
tik..
tok..

menjalani kehidupan sesuai rencana?
setuju, setuju banget, tapi ternyata hal yg kita butuhkan adalah membuat rencana terlebih dahulu, hmmm
bikin rencana kedengerannya simple ya?
emang simple apa gw yang kelewat lebay sih kalo nyusun rencana?
kok based on tahun-tahun sebelumnya, persentase ter-realisasi-nya rendah banget?

setiap mulai taun baru banyak yang punya harapan-harapan baru, mimpi-mimpi baru, target-target baru, dan tindakan-tindakan baru.
taun ini, sepertinya gw sedang beristirahat untuk membuat itu semua.
engga-engga, bukan pesimis, males ato ga punya mimpi dan harapan, melainkan semua hal itu udah gw catet di awal taun lalu, dan menurut gw semua itu masih belum kadaluarsa buat gw perpanjang masa aktifnya hehehehehe #sa-ae-ngelesnya

so, kalo taun lalu gw masih menikmati bunyi kembang api di teras rumah pada malam pergantian hari, taun ini gw rebahan di kasur..

karena bagi gw, hanya memperbaharui harapan tidak cukup untuk bekal 365 hari kedepan. 
memperbaharui keyakinan dan ketaqwaan mungkin sedikit lebih awet,..

kalo kata Bang Pandji Pragiwaksono
"sedikit lebih beda, lebih baik daripada sedikit lebih baik"

gw memilih untuk menjadi sedikit lebih beda dari kebiasaan gw sebelumnya, kebiasan pada umumnya,

memperpanjang masa aktif resolusi 2016 terdengar tidak terlalu buruk, ya asalkan ada yang terwujud sehingga tidak menjadi orang yang rugi

1. menghapus ambisi-ambisi yang tidak terkontrol, atau mengubahnya dalam bahasa cita-cita yang lebih baik,
2. memperbesar ruangan hati agar menjadi lebih lapang menerima segala hal,
3. stimulasi otak agar mampu bekerja optimal,
4. dan tetap santun, karena kebaikan akan selalu menumbuhkan kebaikan, tak peduli kapan akan menuai buahnya dan menikmati lezatnya. -- karena Tuhan tak pernah ingkar, dan Dia Maha Penyayang diantara Para Penyayang.

iya, 2016 sangat menguras keadaan hati dan pikiran, hingga akhir desember Allah memberikan ruang bernafas yang sangat luas. 
sedikit demi sedikit dihadirkan titik-titik jalan keluar, betul meskipun hanya titik tapi kami bersyukur, kami diberikan petunjuk untuk menyambung titik demi titik yang Allah hadirkan dalam kehidupan.

taun ini. gw mulai belajar buat tidak membandingkan orang yang satu dengan orang yang lain, 
tiap orang ada porsi ujiannya masing-masing.
mereka punya resolusi dan kepuasan tersendiri jika terwujud, sama..
gw juga..
tapi bukan berarti gw harus minder sama realisasi yang ga lebih tinggi dari orang lain, malah gw perlu mengevaluasi lagi.
mungkin gw bener-bener jadi orang yang sangat sombong selama ini,
memisahkan kebutuhan akan kedekatan Tuhan dengan kebutuhan duniawi,
padahal Tuhan pemilik segalanya.

gw terlalu takut kehilangan suatu hal yang ternyata kalopun tidak kehilangan gw juga bukan menjadi pemilik yang kekal. iya kan? kita ini hanya makhluk milik Sang Khalik.

2016, taun terbaik yang Tuhan siapkan buat gw. 
rencana-rencana yg dihadirkan di tahun 2016 sudah selayaknya gw usahakan di 2017 ini.
you've gotta go, ri..!!

sudah cukup joggingnya, mulai sedikit berlari lebih kencang mengejar ketertinggalan, sehingga sampai ditujuan tepat waktu, dengan bekal yang tepat. 

tujuan kehidupan gw adalah kematian yang khusnul khotimah, bersakit-sakit dahulu merasakan setiap ujian, semoga Allah meringankan beban di hari kemudian, aamiin..

duhai cermin, ini taun yang tepat untukmu kubersihkan, tapi aku ikhlas jika kau tak berkenan untuk tetap tinggal,. karena selalu ada porsi yang tepat yang diberikan Tuhan di masa depan, dan Tuhan tidak pernah mengecewakan orang-orang yang sabar :)

aku sudah selesai dengan segala jenis pikiran yang menganggu ketentraman. aku sudah bisa menerima segala ketentuan. aku sudah mampu meyakini bahwa Tuhan Maha Pemberi, Tuhan tidak tidur, dan itu semua kurasakan karena kasih sayang Allah kepada semua hambaNya..

jadi apa yang bikin kalian hidup tenang menjalani kehidupan?
apapun itu, jangan lupa untuk selalu bersyukur, 
apapun perkara yang dihadirkan Tuhan untuk seorang muslim adalah kebaikan bagi dia sendiri..
jika ia ditimpa musibah, ia bersabar
dan jika ia mendapat kesenangan, ia bersykur.
maka didapati keduanya adalah baik baginya.

Selamat berjuang menjadi pribadi yang lebih baik lagi demi bekal kehidupan akhirat kelak ya!!

*cheers 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS