17-2-2016
hai kamu yang sampai detik ini ternyata masih aktif di hati dan pikiran aku,,
apa kabar?
ah terlalu naif untuk kutanyakan kembali,
pada kenyataannya kau sudah membersihkan aku dari hati dan pikiranmu
betul sekali.
pagi ini hujan, masihkah hujan ini menandakan tangisanmu yang jatuh ke bumi?
seperti yang engkau pernah kirimkan untukku
ya, kalimat itu..
"
Hujan jatuh kebumi seiring jatuhnya air mata Aku buat km.
Km adalah bidadari Hati Ku,
From deep in my heart."
masihkah aku yang menjadi bidadari hatimu?
tidak. aku rasa jawabannya sudah tidak.
aku tau pasti.
jelas sekali kau telah membersihkan aku dari hati dan pikiranmu
jelas sekali kau telah memberitahuku mengenai wanita baru pilihanmu,
benar dia cantik dan fisiknya persis seperti yang kau inginkan.
ini kah yang ingin kau dengar dariku? kalau iya, ini sudah kau dengar,
lanjutkan saja misi berikutmu,
tapi masihkan menurutmu aku perlu mengetahuinya?
untuk apa?
aku serius bertanya, semoga aku tak salah duga,
karena jika kau ingin aku memujinya, sudah kulakukan,
tapi jika kau ingin membuatku terpuruk, aku ingin bertanya lagi,
apa manfaat untukmu?
bukan aku yang membiayai kehidupanmu,
maka terpuruk atau pun tidak,
aku sudah tak berpengaruh lagi untukmu.
oh, kau bahagia jika aku terpuruk? maka buatlah pikiranmu bahwa aku sudah terpuruk,
benar, agar kau bahagia..
satu yang pasti ingin ku ingatkan,
tidak kah kau tau? untuk apa kau diciptakan di muka bumi ini?
Tuhanmu lah yang menjadikan engkau pemenang di antara makhluk yang bisa Allah ciptakan,
maka apakah kemenangan itu tidak dapat kau syukuri?
aku ingat kesombonganku, hanyalah meruntuhkan aku,
berjalanlah di muka bumi dengan sebaik-baiknya taat kepada Allah,
apakah aku baik-baik saja?
hanya Tuhan yang tau keadaan aku saat ini
sudah lima bulan berlalu bukan? dan aku masih menyimpan rapi kenangan tentangmu
kadang aku hanya ingin menertawai diriku sendiri, ataupun bersama rekan-rekan ku,
mereka mudah sekali berpendapat bahwa kau tidak baik untukku,
tapi bukankah aku yang merasakannya?
benar, keputusan itu adalah keputusanku,
tapi tidakkah kau ingat bahwa kau yang lebih dulu mengucapkannya?
entah perasaan apa yang pernah kau miliki untukku,
mengapa aku tidak dapat merasakan ketulusanmu menyayangiku?
apakah karena aku tidak pantas mendapatkan itu darimu?
atau memang aku yang bodoh yang tidak dapat merasakannya?
aku hanya percaya jika kau benar tulus padaku, kau akan menasihatiku seperti layaknya seseorang yang ingin kekasihnya
menjadi pribadi yang lebih baik,
setidaknya beri aku penjelasan atas sikapmu, bukan hanya memberi aku hukuman atas kesalahanku yang belum aku ketahui.
mengapa aku begitu buta oleh kekuranganmu?
kau manusia biasa juga bukan?
yang pasti memiliki kekurangan?
seperti aku yang juga banyak kekurangan
mengapa aku begitu tidak peka untuk dapat merasakan sakit yang telah kau berikan,
mengapa aku masih saja menyimpanmu?
untuk apa aku masih menyimpanmu?
sedangkan jelas bagiku, kau telah menguburku,
hidup-hidup.
aku sesak dalam ruang sempit yang kau berikan,
mengapa kau setega itu untuk menguburku dalam keadaan hidup?
hati ini masih hidup,,
hati ini belum sepenuhnya mati,,
hati ini masih perlu bernafas,,
hati ini masih menginginkan cahaya,,
aku tidak akan mengganggumu,
kuburlah aku ketika aku sudah benar-benar mati,
ah aku,,
dia tidak sejahat itu untuk menguburmu dalam keadaan hidup,
sadarlah,
kau yang telah mengubur dirimu sendiri dalam keadaaan hidup,
kau yang mengijinkan dirimu untuk masuk ke lubang itu,
kau telah mengetahui bahwa ada lubang,
kau belum sempat menutup rapi lubang itu,
tempat kini kau berada,
hatimu memang belum mati persis seperti yang kau rasakan,
kau yang menutup dirimu sendiri,
kau yang menghambat pernafasanmu dengan ruang yang sempit itu
kau yang menjadikan dirimu sesak
bukan dia,
dia-pun hanya manusia biasa sama sepertimu,
dia-pun masih memiliki hati,
dia memang sebaik yang kau bayangkan,
hanya saja ingatkah kau pada suatu tema?
jodohmu adalah rahasia Allah
ingatkah kau pada suatu ayat?
bahwa Allah akan memberikan laki-laki baik untuk wanita baik,
pun sebaliknya
Dia baik, Tuhan yang menciptakannya,
fitrahnya baik, tapi sekarang kebaikannya bukanlah untukmu.
apa tugasmu?
perbaikilah akhlakmu,
perbaikilah agamamu,
perbaikilah urusan duniamu,
perbaikilah amalan untuk bekal akhiratmu,
bukankah ada 1 janji yang tak akan pernah diingkari?
janji TuhanMu,
sang Maha Pemiliki Segalanya...
Tuhan, skenario apakah yang hendak Kau berikan padaku,
berikanlah aku selalu petunjukMu,
ternyata benar, lima bulan ini aku benar-benar berada di ruang sempit, bersama kegelapan dan tanpa persiapan.
ternyata benar, aku yang telah mengetahui keberadaan lubang ini tidak berusaha untuk menutupnya terlebih dahulu, tetap saja
terjerumus.
ternyata benar, Tuhan memberikan ujian yang sama karena nilai ujianku di mata-Nya belum lah mencukupi untuk dapat
diluluskan.
apakah kau tetap ingin berada di lubang ini?
belum cukupkah waktu lima bulan penuh kesia-sia an berada disini?
tanah ini sudah sangat basah untuk kau tinggali,
kau hanya akan semakin kotor di dalam sini,
bergegaslah, mintalah pertolongan Allah untuk mengeluarkanmu dari sini,
ah iya, berusahalah dulu sekuat yang engkau bisa,
laa ilaa ha illa anta subhaanaka inni kuntu minaz zaalimiin
"Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau, Maha Suci Engkau. Sesungguhnya aku tergolong orang-orang yang zalim."
Tuhanku, bantulah aku keluar dari tempat ini,
berikanlah aku cahayaMu,
untuk dapat menuntunku keluar dari kesempitan ini,
perbanyaklah semangat dzikirku, untuk terus mengingatMu,
karena aku yakin, mengingatMu jauh lebih bermanfaat untuk bekal akhiratku kelak,
untukmu, yang mungkin sampai pada tulisanku ini,
terima kasih atas segala pelajaran yang kau berikan untukku,
pada akhirnya aku dapat merasakan ketulusanmu,
beginilah caramu menyayangiku,
membawaku berkeliling merasakan pahit manis keadaaan hatiku sendiri,
semoga Allah mengampuni kesalahan dan dosa-dosa kita,
maafkan aku jika terlalu banyak menyakitimu,
terlalu banyak mengekangmu,
terlalu banyak menuntutmu,
terlalu banyak mencemburuimu.
semoga aku dapat memperbaiki kualitas diriku,
jika masih ada yang kau simpan tentangku, meskipun hanya sekecil debu,
semoga yang kau ingat adalah sebuah kebaikan yang pernah aku lakukan.
dan semoga pada akhirnya engkau pun dapat merasakan ketulusanku,
entah kapan, dimana dan dalam keadaan apa kita akan bertemu kembali,
entah perlukah kalimat ini kau dengar atau tidak,
namun jika kau sampai pada tulisanku ini, ketahuilah
aku tidak akan pernah membencimu :)
tepat satu jam, dan hujan tak turun lagi.
dengan ini kunyatakan, berhentilah beraktivitas di hati dan pikiranku,
ini aturan yang kubuat, jika kau ingin tetap tinggal, berdiamlah,
aku melarangmu menjelajahi hati dan pikiranku lagi,
jika ingin pergi, silahkan pergi,
aku tak melarangmu menjelajahi bumi,
terima kasih Tuhan, aku telah sampai pada titik ini..
Janji-Mu benar, dan pertemuan dengan-Mu pun benar pula..
terima kasih sudah menyayangiku,
dan kepada seluruh jiwa yang mengharapkan kebaikan untukku,
terima kasih atas ketulusan kalian,
aku percaya, Tuhan pasti membalasnya.
dan teman terdekatpun mengingatkan "Tuhan punya rencana yang lebih dari sekedar baik untukmu. Sabar dan ikhlaslah menjalani ketentuannya."